Integrated Digital Learning Solutions

Maju dan Berkembangnya Perusahaan di Indonesia yang Menerapkan E-Learning

American Society for Training & Development lebih dari satu dekade yang lalu telah  mengungkapkan bahwa hampir 60% perusahaan di Amerika Serikat telah atau mulai mengimplementasi e-learning di perusahaan mereka.

Data tersebut mengindikasikan bahwa banyak perusahaan di Amerika yang menganggap bahwa implementasi e-learning dalam organisasi mereka adalah solusi jika organisasi mereka ingin menjadi organisasi pembelajar, dan tentunya juga sangat terkait dengan manfaat yang mereka rasakan ketika mengimplemantasikan e-learning dalam organisasi.

 

Cerita yang hampir sama juga berlaku di Australia, Pakar Teknologi Informasi Hanny Santoso menjadi saksi bagaiman Australia berubah dan memandang e-learning sebagai jawaban atas permasalahan pendidikan non konvensional di Negeri Kangguru tersebut. Lebih jauh Hanny menyebutkan bahwa kini banyak perusahaan di Australia beralih ke metode pembelajaran  e-learning. Bahkan hampir  semua universitas memiliki pusat pengembangan e-learning, aspek penting yang mendukung proses perubahan ini adalah dukungan pemerintah yang luar biasa. Di Negara Bagian Victoria Pemerintah setempat bahkan memberikan akses gratis e-learning yang dapat diakses oleh semua penyelenggara kursus dan institusi pendidikan di negara bagian tersebut.

PPM e-Learning sebagai salah satu penyelenggara e-Learning di Indonesia, melihat bahwa walaupun belum pada tahap yang diharapkan, pemahaman perusahaan di Indonesia akan arti pentingnya implementasi e-learning dalam organisasi mereka, sudah cukup menggembirakan. Saat ini PPM e-Learning juga tengah menjalin kerjasama dengan beberapa organisasi baik swasta maupun pemerintah. Angka pertumbuhan organisasi di Indonesia yang mengadopsi e-Learning juga terus beranjak naik. Perpaduan antara kelas tatap-muka, dengan pembelajaran mandiri melalui e-Learning yang paling banyak dipilih,  dan sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini, pembelajar juga dimanjakan dengan video conference, live interactive, live seminar melalui web, yang semakin membuat pemanfaatan e-learning dalam organisasi kian menarik.

<!-- [if gte vml 1]> <![endif]--><!-- [if !vml]--><!--[endif]-->Mengoptimalkan Learning Management System

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fenomena perkembangan organisasi yang mengadopsi e-learning tidak dapat dipisahkan dari  manfaat  yang organisasi raih ketika mereka mengimplementasikan e-Learning itu sendiri. E-Learning dipercaya ampuh dapat  lebih memberdayakan sistem manajemen pengetahuan (Knowledge Management System), karena dengan adanya e-Learning, proses mengakses  informasi yang telah terekam dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Sehingga e-Learning tidak hanya berfungsi sebagai fasilitator juga sekaligus mempermudah semua individu dalam organisasi  untuk terus belajar.

 

Dengan implementasi  e-Learning dalam organisasi  dan pemanfaatannya yang tepat guna, organisasi  dapat meningkatkan efisiensi dalam menduplikasi pengetahuan yang telah berhasil dikuasai dan dipelajari di suatu bagian ke seluruh sendi tubuh organisasi  lainnya. Duplikasi ini sangat penting dalam memastikan bahwa perusahaan tidak lagi berulang-ulang melakukan kesalahan yang sama dan harus kembali lagi mempelajarinya dari awal, serta informasi pengetahuan menjadi tidak terisolasi dalam suatu bagian-bagian individu-individu dalam suatu organisasi perusahaan saja. Baik ilmu pengetahuan yang berdasarkan pengalaman (Tacit Knowledge) atau Ilmu pengetahuan yang memang telah didokumentasikan.  Di saat yang bersamaan, e-Learning juga memperkuat karakteristik pengetahuan yaitu, sekali diciptakan kemudian disimpan.

 

Mendapatkan Kesempatan Yang Sama

<!-- [if gte vml 1]> <![endif]--><!-- [if !vml]-->

 
 

<!--[endif]--> 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Manfaat  e-Learning dalam organisasi  lainnya adalah seluruh karyawan mendapat kesempatan yang sama untuk membangun sikap proaktif dalam pengembangan kompetensi diri. Selain itu, tercipta efisiensi waktu dan biaya secara signifikan. Sebagai perbandingan sebuah Bank Swasta di Indonesia untuk melaksanakan pelatihan untuk 6 ribu lebih karyawannya, dengan impelemntasi e-learning hanya membutuhkan waktu satu tahun, bandingkan dengan cara konvensional yang setidaknya membutuhkan waktu 3,5 tahun untuk hasil yang relatif sama.  Belum lagi keuntungan dari aspek finansial, dimana dengan implementasi e-Learning bisa melakukan penghematan hingga 85%.  

Tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Bank Swasta di atas, Bank BNI sebagai BUMN juga telah mengimplementasikan e-Learning, dan diakui dengan implementasi e-learning BNI  mampu melakukan beragam penghematan, jika dibandingkan dengan kursus atau pelatihan konvensional, setidaknya ada tiga komponen yang terpangkas yakni biaya transportasi, uang saku peserta dan konsumsi dan akomodasi yang dibutuhkan peserta jika seandainya mereka mengikuti pelatihan di luar kantor.

Implementasi e-Learning dalam organisasi sekali lagi telah terbukti sebagai solusi yang tepat, bagi organisasi yang ingin terus bertransformasi, menghadapi beragam perubahan, dengan waktu yang relatif lebih singkat, sehingga organisasi dapat senantiasa memacu dirinya mengimbangi perubahan. Dengan terus-menerus mempersiapkan human capital yang mereka miliki agar memiliki kompetensi yang tepat untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.

 

Contoh Penerapan e-Learning Pada Perusahaan di Indonesia

<!-- [if gte vml 1]> <![endif]--><!-- [if !vml]--><!--[endif]-->

Di sini akan diberikan beberapa contoh e-learning dari perusahaan di indonesia yang sudah menerapkannya. Sebelum dan sesudah penerapan e-learning dapat dilihat dari pendapatan yang diterima perusahaan yang bersangkutan.

 

Bank internasional indonesia

Salah satu bank konvensional, yaitu bank internasional indonesia (bii). Dahulu sebelum masuk e-learning, mereka belum bisa memaksimalkan menjaring nasabah maupun mempromosikan produk-produk perbankan yang mereka miliki. Hal itu dikarenakan para karyawan atau pegawai bii belum mengetahui dan menerapkan e-learning. Akhirnya, kebijakan perusahaan memberikan pelatihan e-learning kepada para karyawan secara bertahap.

 

Pelatihan e-learning dilakukan cukup singkat, yaitu sekitar 1 – 2 hari. Namun, hasil yang didapatkan bisa terasa. Bii mulai berbenah dengan sumber daya manusia (sdm) yang berwawasan e-learning. Perubahan positif itu menjadi sesuatu yang dinanti-nantikan oleh bii karena bisa berdampak luar biasa.

 

Federal International Finance (FIF)

Contoh e-learning lainnya, yaitu di Federal International Finance. Perusahaan pembiayaan kredit kendaraan bermotor ini juga tak ingin kelewatan dari manfaat e-Learning. Pelatihan dan pengembangan kompetensi melalui e-Learning ini telah dilakukan semenjak tahun 2003. Menurut Thaufik Noograha, Direktur FIF mengakui bahwa implementassi e-Learning telah memberikan dampak yang luar biasa. Sebagai contoh, tercatat sebanyak 2.500 karyawan baru yang diwajibkan mengikuti pelatihan selama periode Mei 2006 sampain dengan 30 April 2007. Dengan penerapan e-Learning ini, Thaufik mengatakan, sebesar 72?isiensi tercipta per tahun.

 

Garuda indonesia

Salah satu maskapai penerbangan kebanggaan indonesia ini juga sudah menerapkan e-learning perusahaan. Hal itu dikarenakan garuda indonesia sangat yakin bahwa penerapan e-learning menjadi pendukung utama dalam kemajuan perusahaan. Oleh karena itu, pihak garuda tidak ragu untuk memberikan pelatihan e-learning kepada banyak keryawannya.

Itulah beberapa contoh e-learning yang sudah diterapkan di tiga perusahaan besar indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa manfaatnya begitu besar bagi kemajuan dan perkembangan perusahaan. Hal itu sudah terbukti dan tak bisa terbantahkan lagi. Oleh karena itu, sudah seharusnya perusahaan-perusahaan lain di indonesia juga ikut mengaplikasikan e-learning.

 

Selamat Bertransformasi!

About Contact Us
hak cipta© 2020 PPM MANAJEMEN