Integrated Digital Learning Solutions

Saatnya Merubah Pembelajaran Konvensional menjadi Berbasis E-Learning

Penerapan e-learning dalam proses pembelajaran yang sesungguhnya ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Hal itu dikarenakan ada beberapa tahap yang harus dilalui oleh sebuah perusahaan yang ingin hijrah ke e-learning itu sendiri. Dengan kata lain, ada tahapan-tahapan khusus untuk bisa mengkonversi atau mengubah dari pembelajaran konvensional atau cara manual menjadi program e-learning.

Beberapa orang beranggapan bahwa untuk mengaplikasikan e-learning cukup memindahkan saja tulisan-tulisan, gambar, atau file apa saja yang dicetak secara hardcopy menajdi format digital. Pasalnya, batasan dari e-learning memang seperti itu. Anggapan seperti itu kurang benar dan hanya masuk satu tahapan saja. Padahal, menurut seorang profesional di bidang e-learning dan penemu jejaring e-learning industry, Christopper Pappas. Dia mengungkapkan ada 5 tahapan yang harus dilalui terlebih dulu, yaitu sebagai berikut.

Mengelompokkan format kelas e-learning

 

Tahap yang satu ini bertujuan untuk mengelompokkan kelas pembelajaran yang dilakukan dengan sycrhronous atau asycrhronous. Keduanya sangat berperan dalam proses belajar mengajar secara elektronik ini.

Sycrhronous dapat diartikan sebagai pertemuan langsung yang mempertemukan antara guru atau pengajar dengan para siswanya. Beberapa media yang bia digunakan, yaitu live conference, chating, broadcasting, dan private massage.

Sementara itu, asycrhronous diartikan sebagai pertemuan secara tidak langsung antara pengajar dengan siswanya. Beberapa media yang bisa dipakai dalam metode e-learning perusahaan, antara lain forum, gambar e-mail, video, sound, dan teks.

Memilih bentuk desain instruksional

Anda pun perlu mengetahui bentuk desain instruksional itu seperti apa. Menurut Marina Arshaskiy (2013), ada sekitar 7 tipe. ADDIE model, Seels and Glasgow ISD model, Dick and Carrey systems Approach model, ASSURE model, Rapid ISD model, Four Door (4D) e-learning model, dan SAM model.

Ketujuh bentuk atau model tersebut sebagai sistem informasi pada proses e-learning yang nantinya diaplikasikan langsung dalam proses belajar mengajar. Di dalamnya terdiri atas beberapa program e-learning yang semestinya bisa dipilih mana yang cocok untuk diterapkan. Dalam pelatihan e-learning, seorang tutor pasti akan menjelaskan ketujuh bentuk desain instruksional tersebut secara mendetail.

Memperhatikan dan mempraktikkan interaksi

Interaksi di sini berarti hubungan yang terjadi dalam proses e-learning itu sendiri. Menurut Moore (1989), ada 3 interaksi yang terjadi pada saat e-learning berjalan. Ketiganya secara langsung atau tidak berpengaruh pada hasil penerapan e-learning.

Interaksi pembelajar pada konten, interaksi pembelajar pada tutor, dan interaksi pembelajar pada pembelajar yang lain atau antar pembelajar. Silakan bagi Anda yang sudah menerapkan e-learning perusahaan bisa untuk instropeksi diri, apakah sudah merasa melewati ketiga interaksi ini atau belum.

<!-- [if gte vml 1]> <![endif]--><!-- [if !vml]--><!--[endif]-->

 

 

Menentukan teknologi aplikasi yang tepat

Dalam arti, teknologi aplikasi yang dipakai dalam e-learning memang harus dipilih. Pasalnya, cukup banyak yang tersebar luas di tengah masyarakat kita. Tentu saja tidak mungkin untuk memilih dan menerapkan semuanya. Pilihlah sistem informasi e-learning yang dirasa cocok dan sesuai dengan karakter dan keinginan diri sendiri. Tidak menutup kemungkinan antara satu individu dengan individu yang lain dalam sebuah perusahaan memiliki perbedaan keinginan dalam mengaplikasikan program e-learning dalam berbagai teknologi.

Merencanakan prosedur dan survei

Inilah tahapan terakhir yang perlu dilalui. Istilahnya pengecekan terakhir, sebelum benar-benar penerapan e-learning dilakukan. perencanaan prosedur tersebut berisi mengenai tata cara apa saja yang dibutuhkan dalam proses e-learning. Selanjutnya, dilakukan survei untuk mengetahui apakah daftar di dalam prosedur tersebut sudah valid atau belum.

Demikianlan kelima tahapan atau langkah dalam proses penerapan e-learning yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat dan bisa segera diaplikasikan.

About Contact Us
hak cipta© 2020 PPM MANAJEMEN